Aku Ingin Pulang[Personal Journal]
Satu semester lagi aku akan selesai dengan kuliahku. Aku punya opsi untuk bekerja di Amerika selama setahun, setelah lulus, menggunakan OPT (Optional Practical Training). Tapi hatiku rasanya ingin pulang.
Anakku akan lahir November awal. Aku dan Mita (istriku) telah memutuskan untuk Mita dan anakku pulang pada bulan Januari 2009. Bayi diperbolehkan naik pesawat setelah berumur 1 bulan lebih, jadi kami rasa Januari sudah aman untuk sang bayi naik pesawat tuk pertama kalinya. Selain itu, pada bulan Januari ini, adikku yang sedang kuliah di luar Jogja juga akan pulang. Jadi aku berharap keluarga bisa kumpul dan berkenalan dengan cucu pertama ortuku.
Read more…
Guyonan Rasis
Manajerku (orang kulit putih) pagi hari tadi, memberiku tugas yang cukup enak. Sementara temenku yang berkulit putih dikasih tugas yang agak gak enak. Sambil aku ejek-ejek, temenku bilang: “I think he (sang manajer) is racist. He doesn’t like white guys. He only likes Indonesian guys.“
Aku ketawa ndenger itu. Di Amerika hal-hal yang berbau rasis (lebih tepatnya antara kulit hitam dan kulit putih) emang rada sensitif. Jadi kalo diputerbalik atau dipelesetkan seperti itu, jadinya lucu.
I Need Money
Awal bulan sudah mendekati, itu artinya tagihan bulanan sudah menanti untuk dibayar. Sebagai mahasiswa, duit selalu mepet. Duit masuk akhir bulan, hilang beberapa hari setelah itu.
Beberapa hari yang lalu, gaji dua minggu aku kerja tidak masuk. Jadi ada periode kerja yang dilompati pembayarannya. Padahal sekarang sudah masuk tanggal 20an. Tagihan listrik, internet, dan televisi sudah berdatangan di kotak pos. Duit di bank pun menipis (banget).
Read more…
Melayani Football
Minggu ini pemain football UD mulai berlatih untuk persiapan pre-season. Seminggu ini pula aku kerja melayani makan mereka.

[Above picture taken from Bluehensfoto]
Tempat makannya di Bob Carpenter Center, diatas lapangan basket. Foto dibawah aku ambil ketika gak ada orang yang ngliat..
Read more…
Sial
Bangun jam 5 pagi. Siap-siap. Sampe tempat kerja tepat pukul 5:30. Di parkiran sudah ada mobil sang manajer. Taruh tas di ruangan baju.
Namun ada yang aneh. Dimana orang-orang? Mengapa sepi sekali? Aku tunggu hingga 15 menit. Suasana masih sepi. Aku semakin bingung.
Aku memutuskan untuk melihat jadwal lagi. Namun pintu utama menuju ruang jadwal masih terkunci. Tapi aku tahu jalan lain. Aku ambil jalan lain tersebut.
Gedung sepi sekali. Jadi ingat film-film horor. Aku percepat langkahku. Aku ambil tangga dan menghindari elevator agar lebih cepat. Pintu kedua ternyata juga masih terkunci. Tapi aku tidak putus akal. Aku ingat ada pintu di samping yang jarang dipakai.
Read more…
Weekend kemarin Indonesian Cultural Club mengadakan suatu acara pengenalan budaya Indonesia di Wilmington, Delaware. Ini hasil foto-fotonya:
Read more…